KPU Sumba Tengah Dampingi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan OSIS SMK Negeri 1 Waibakul
kab-sumbatengah.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumba Tengah melaksanakan pendampingan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 1 Waibakul Tahun Ajaran 2026/2027 pada Selasa, 4 Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Sama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kabupaten Sumba Tengah yang berfokus pada peningkatan kapasitas pemilih pemula dan penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.
Pendampingan dilakukan sebagai bentuk komitmen KPU dalam memberikan edukasi kepemiluan sejak dini kepada para siswa. Melalui kegiatan ini, para peserta didik diperkenalkan secara langsung pada mekanisme pemungutan dan penghitungan suara yang sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pemilu yang demokratis, transparan, dan akuntabel.
Proses pemungutan suara dimulai tepat pukul 08.30 WITA dan dilaksanakan di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan di lingkungan sekolah. Pembagian TPS dilakukan berdasarkan jenjang kelas. TPS 1 diperuntukkan bagi siswa Kelas X dengan jumlah daftar pemilih sebanyak 167 orang. TPS 2 melayani pemilih dari Kelas XI dengan jumlah 157 orang, sedangkan TPS 3 diperuntukkan bagi Kelas XII dengan jumlah 160 orang. Dengan demikian, total pemilih yang terdaftar pada pemilihan tersebut mencapai 484 orang.
Pelaksanaan pemungutan suara berlangsung tertib dengan melibatkan seluruh unsur warga sekolah. Selain para siswa sebagai pemilih utama, kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru, serta tenaga kependidikan SMK Negeri 1 Waibakul. Seluruh proses berjalan sesuai dengan tata cara yang telah disosialisasikan sebelumnya oleh panitia penyelenggara.
Setelah tahapan pemungutan suara selesai di masing-masing TPS, kegiatan dilanjutkan dengan penghitungan suara secara terbuka. Penghitungan dilakukan langsung di setiap TPS oleh Kelompok Panitia Pemilihan OSIS (KPPO) yang bertugas. Hasil penghitungan dari setiap TPS kemudian disampaikan oleh Ketua KPPO untuk direkapitulasi secara menyeluruh.
Tahapan akhir berupa rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan OSIS (PPO). Proses ini dilakukan dengan mekanisme penyampaian hasil penghitungan suara dari masing-masing TPS yang kemudian dicatat secara resmi dalam Berita Acara Catatan Hasil Penghitungan Perolehan Suara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara transparan dan dapat disaksikan oleh peserta yang hadir.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 1 Waibakul Tahun Ajaran 2026/2027 tercatat sebanyak 325 pemilih atau 67,14 persen dari total pemilih yang terdaftar di tiga TPS. Dari jumlah tersebut, suara sah mencapai 321 suara atau setara dengan 98,8 persen dari total pengguna hak pilih. Data tersebut menunjukkan tingginya kesadaran siswa dalam menggunakan hak pilih serta minimnya suara tidak sah dalam proses pemilihan.
Ketua KPU Sumba Tengah, Fredy Umbu Bewa Guty, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS ini merupakan implementasi nyata dari prinsip dan nilai demokrasi di lingkungan pendidikan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis bagi siswa untuk memahami pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi.
Ia juga menekankan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Menurutnya, setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan arah kepemimpinan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam konteks yang lebih luas di masyarakat. Oleh karena itu, siswa diharapkan tidak menyia-nyiakan hak pilih yang dimiliki.
Di akhir kegiatan, Ketua KPU Sumba Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, pihak sekolah, serta para siswa yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan demokratis. Pendampingan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun budaya demokrasi yang kuat sejak usia sekolah.